Cek WHOIS & Umur Domain
Cek umur domain, registrar, tanggal daftar & kadaluarsa, kapan domain bisa dihapus, jejak riwayatnya di arsip web dan sertifikat SSL — satu domain atau 20 sekaligus.
Apa itu Cek WHOIS & Umur Domain?
Alat ini menampilkan data pendaftaran sebuah domain langsung dari registry-nya lewat RDAP, atau lewat WHOIS kalau registry belum punya RDAP: registrar, tanggal daftar, tanggal kadaluarsa, status, DNSSEC, kontak abuse dan name server. Dari tanggal daftar dihitung umur domain, dari tanggal kadaluarsa dihitung kapan domain bisa lepas kalau tidak diperpanjang, dan dari arsip Wayback Machine serta log sertifikat SSL dicari jejak riwayatnya — termasuk tanda domain bekas yang pernah lepas lalu didaftarkan ulang.
Data apa saja yang ditampilkan WHOIS
Setiap domain yang terdaftar punya catatan di registry (pengelola ekstensinya, misalnya Verisign untuk .com dan PANDI untuk .id) dan di registrar (tempat domain dibeli). Hasil cek WHOIS merangkum catatan itu:
| Data | Artinya | Berguna untuk |
|---|---|---|
| Registrar | Perusahaan tempat domain didaftarkan dan diperpanjang | Tahu ke mana harus memperpanjang, memindahkan, atau melapor |
| Tanggal daftar | Kapan pendaftaran yang sekarang dimulai | Menghitung umur domain |
| Tanggal kadaluarsa | Batas masa aktif yang sudah dibayar | Mengingatkan perpanjangan, memantau domain incaran |
| Terakhir diperbarui | Kapan data domain terakhir berubah (name server, kontak, perpanjangan) | Mendeteksi perubahan mendadak, misalnya domain dibajak |
| Status | Kode EPP yang menunjukkan kunci dan proses yang berlaku | Tahu apakah domain aman, ditahan, atau akan dihapus |
| Name server | Server DNS yang menjawab untuk domain ini | Menebak penyedia hosting atau CDN-nya |
| DNSSEC | Apakah jawaban DNS domain ditandatangani secara kriptografis | Menilai perlindungan dari pemalsuan DNS |
| Kontak abuse | Email atau telepon registrar untuk laporan penyalahgunaan | Melaporkan phishing, penipuan dan malware |
Data pemilik — nama, alamat, email — sekarang hampir selalu disembunyikan. Lihat bagian cara mengetahui pemilik domain di bawah.
Cara cek umur domain, dan kenapa bisa terlihat lebih muda
Umur domain dihitung dari tanggal daftar (Creation Date) sampai hari ini. Tanggal itu hanya berubah kalau domainnya benar-benar dihapus lalu didaftarkan ulang. Kejadian lain tidak mengubahnya:
| Kejadian | Umur domain direset? |
|---|---|
| Diperpanjang, termasuk diperpanjang 10 tahun sekaligus | Tidak |
| Pindah registrar (transfer) | Tidak |
| Dijual atau ganti pemilik | Tidak |
| Ganti hosting atau name server | Tidak |
| Kadaluarsa lalu ditebus pemiliknya di masa redemption | Tidak |
| Kadaluarsa, dihapus, lalu didaftarkan lagi (oleh siapa pun) | Ya — dihitung dari nol |
Karena itu domain bekas sering terlihat "muda" padahal namanya sudah dipakai bertahun-tahun. Tool ini membandingkan tanggal daftar dengan dua jejak lain:
- Arsip web pertama dari Wayback Machine milik Internet Archive, yang mengarsip situs sejak 1996.
- Sertifikat SSL pertama dari log Certificate Transparency (crt.sh). Log ini dimulai 2013 dan lengkap sejak 2018, saat Chrome mewajibkan semua sertifikat baru tercatat.
Kalau salah satu jejak lebih tua dari tanggal daftar, nama domain itu hampir pasti pernah dimiliki orang lain. Tahun-tahun tanpa arsip di tengah riwayat juga patut dicurigai: situsnya mungkin sempat mati atau domainnya sempat lepas.
Arti status domain (kode EPP)
Status domain memakai kode EPP standar ICANN. Awalan client berarti dipasang registrar, server berarti dipasang registry. Satu domain bisa punya beberapa status sekaligus.
| Kelompok | Kode | Artinya bagi kamu |
|---|---|---|
| Normal | ok, active | Tidak ada kunci atau proses. Domain berjalan biasa. |
| Pengaman | clientTransferProhibited, clientDeleteProhibited, clientUpdateProhibited dan versi server…-nya | Kunci pengaman. Domain yang sehat justru sebaiknya punya kunci transfer supaya tidak bisa dibajak. Buka kuncinya di panel registrar sebelum transfer. |
| Masa atau proses | addPeriod, renewPeriod, autoRenewPeriod, transferPeriod, pending… | Domain baru saja didaftarkan, diperpanjang atau dipindah, atau ada perubahan yang sedang diproses. Biasanya selesai sendiri. |
| Perlu perhatian | clientHold, serverHold | Domain dicabut dari DNS sehingga situs dan email mati. Penyebabnya bisa tagihan, verifikasi data yang belum selesai, sengketa, atau pemblokiran karena penyalahgunaan. |
| Perlu perhatian | redemptionPeriod, pendingDelete | Domain sudah dihapus. Di masa redemption pemilik lama masih bisa menebusnya. Saat pending delete, domain tinggal menunggu dilepas. |
Apa yang terjadi kalau domain kadaluarsa
Domain tidak langsung bisa dibeli orang lain begitu lewat tanggal kadaluarsa. Ada tiga tahap, dan lamanya berbeda antara domain generik (.com, .net, .org dan sejenisnya) dan domain Indonesia (.id):
| Tahap | Domain generik (gTLD) | Domain .id (PANDI) |
|---|---|---|
| Masa tenggang perpanjangan | Sampai 45 hari, ditentukan registrar. Perpanjang dengan harga normal. | 45 hari. Perpanjang dengan harga normal. |
| Masa tebus (redemption) | 30 hari. Biaya tebus ditentukan registrar, biasanya berkali lipat. | 30 hari. Denda 400% dari biaya perpanjangan normal, sudah termasuk perpanjangan 1 tahun. |
| Menunggu dihapus (pending delete) | 5 hari. Tidak bisa ditebus lagi. | 7 hari. Tidak bisa ditebus lagi. |
| Bisa didaftarkan siapa saja | Paling lambat ±80 hari setelah kadaluarsa | Paling lambat ±82 hari setelah kadaluarsa |
Angka .id diambil dari Kebijakan Pendaftaran Nama Domain PANDI versi 9.0 (berlaku 30 September 2024), klausul 10.2. Masa tebus dimulai sejak registrar mengajukan penghapusan, jadi registrar yang menghapus lebih awal membuat domain lepas lebih cepat. Itu sebabnya tool ini menyebut tanggalnya sebagai perkiraan paling lambat.
Biasanya situs dan email sudah berhenti di masa tenggang. Kalau domainmu penting, perpanjang sebelum tanggal kadaluarsa dan nyalakan perpanjangan otomatis. Tombol pengingat kalender di hasil cek bisa membantu.
Cara mengetahui pemilik domain
Sejak GDPR berlaku pada Mei 2018, registrar domain generik menyembunyikan data pribadi pemilik. Aturan data pendaftaran ICANN yang berlaku sejak 21 Agustus 2025 menjadikannya baku: nama, alamat, email dan telepon pemilik tertulis REDACTED FOR PRIVACY. Yang biasanya masih terlihat hanya organisasi (kalau pemiliknya perusahaan dan tidak memakai layanan privasi), provinsi atau negara bagian, dan negara.
Kalau tetap perlu menghubungi pemilik:
- Cek bagian Pemilik domain di hasil. Kalau registrar menyediakan formulir kontak, tombol Hubungi pemilik lewat registrar akan muncul. Pesannya diteruskan ke pemilik tanpa membuka alamat emailnya.
- Buka situsnya dan cari halaman kontak atau "tentang kami".
- Untuk urusan hukum, misalnya sengketa merek, ajukan permintaan data ke registrar dengan dasar yang sah. Untuk domain generik, ICANN juga menyediakan layanan permintaan data pendaftaran.
Registry .id menyimpan data pemilik, tetapi RDAP publik PANDI tidak menampilkannya. Yang terbuka hanya registrar, tanggal, status dan name server.
Domain .id, .co.id, .my.id dan lainnya
Semua domain berakhiran .id dikelola PANDI dan dijual lewat registrar Indonesia yang terakreditasi. Tool ini mengambil datanya langsung dari server RDAP PANDI. Masa daftarnya 1 sampai 10 tahun, dan tiap jenis punya peruntukan dan syarat sendiri:
| Domain | Untuk | Syarat dokumen |
|---|---|---|
| .id | Siapa saja | Identitas pendaftar |
| .co.id | Badan usaha atau organisasi bisnis yang beroperasi di Indonesia | NIB dan KTP/paspor, plus sertifikat merek kalau namanya terkait merek |
| .my.id | Perorangan atau organisasi lain | Identitas pendaftar |
| .biz.id | Perorangan atau badan usaha skala UMKM | Identitas pendaftar |
| .web.id | Masyarakat umum | Identitas pendaftar |
| .or.id | Organisasi sosial, kemasyarakatan, komunitas | Akta notaris atau surat keterangan organisasi, KTP |
| .ac.id | Perguruan tinggi | SK pendirian, surat keterangan rektor, KTP |
| .sch.id | Sekolah dasar dan menengah, termasuk pendidikan nonformal yang diakui | Surat keterangan kepala sekolah, KTP |
| .go.id, .mil.id | Instansi pemerintah dan TNI | Diatur peraturan kementerian dan Panglima TNI |
Karena .co.id, .ac.id, .sch.id dan .go.id mensyaratkan dokumen, pemilik domain-domain itu sudah diverifikasi PANDI. Itu salah satu alasan domain-domain ini dianggap lebih terpercaya daripada domain bebas.
WHOIS dan RDAP, apa bedanya
WHOIS adalah protokol lama (sejak 1980-an) yang mengirim teks bebas lewat port 43. RDAP adalah penggantinya, dengan data berformat JSON lewat HTTPS. Sejak 28 Januari 2025, registry dan registrar domain generik tidak wajib lagi menjalankan WHOIS port 43, dan RDAP menjadi sumber resminya.
| WHOIS (port 43) | RDAP | |
|---|---|---|
| Format | Teks bebas, susunannya beda tiap registry | JSON dengan struktur standar |
| Koneksi | TCP polos, tidak terenkripsi | HTTPS |
| Data tersembunyi | Diganti teks seperti "REDACTED" | Ditandai resmi sebagai disembunyikan |
| Mencari servernya | Lewat daftar server per ekstensi | Lewat file bootstrap resmi IANA |
| Domain generik | Opsional sejak 28 Januari 2025 | Wajib |
| Domain negara | Tergantung registry | Sudah dipakai sebagian, termasuk .id, .uk, .sg dan .au |
Tool ini mencoba RDAP lebih dulu, lalu memakai WHOIS untuk ekstensi yang belum punya RDAP, seperti .de, .jp, .eu dan .my. Beberapa registry memang sengaja membuka data sedikit: .de dan .au hanya menampilkan tanggal perubahan terakhir, tanpa tanggal daftar maupun kadaluarsa.
Memakai WHOIS untuk melaporkan situs penipuan
Situs phishing, toko online palsu dan situs judi biasanya memakai domain yang baru berumur beberapa hari atau minggu, dan sering memakai layanan privasi. Karena itu umur domain adalah cara cepat menilai tautan mencurigakan yang datang lewat WhatsApp atau SMS: bank, marketplace dan instansi resmi hampir tidak pernah memakai domain yang baru didaftarkan bulan ini.
Untuk melaporkan situsnya:
- Kirim laporan ke kontak abuse registrar yang tampil di hasil cek. Sertakan URL lengkap, tangkapan layar, dan penjelasan singkat. Registrar bisa menangguhkan domain dengan status
clientHold. - Untuk domain .id, laporan juga bisa diteruskan ke PANDI sebagai registry.
- Laporkan kontennya ke aduankonten.id milik Komdigi, dan nomor rekening penipunya ke cekrekening.id.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Masukkan nama domain lalu klik Cek WHOIS. Umur domain langsung tampil di bagian atas dalam tahun, bulan dan hari, dihitung dari tanggal daftar di registry. Bagian Jejak riwayat menunjukkan apakah nama domain itu sudah dipakai sebelum tanggal tersebut.
Sejak GDPR (2018) dan aturan data pendaftaran ICANN (berlaku 21 Agustus 2025), nama, email, alamat dan telepon pemilik disembunyikan. Yang kadang masih terlihat hanya organisasi, provinsi dan negara. Untuk menghubungi pemilik, pakai formulir kontak registrar kalau tersedia.
Google menyatakan umur domain bukan faktor peringkat langsung. Namun domain lama umumnya sudah lebih lama membangun tautan dan reputasi, sehingga cenderung berkinerja lebih baik — itu efek dari riwayatnya, bukan dari angka umurnya. Domain bekas juga membawa riwayat pemilik lamanya, baik atau buruk.
Untuk domain generik seperti .com, paling lambat sekitar 80 hari setelah tanggal kadaluarsa: masa tenggang hingga 45 hari, masa tebus 30 hari, lalu 5 hari menunggu dihapus. Untuk .id sekitar 82 hari (45 + 30 + 7 hari). Registrar bisa menghapus lebih awal, jadi pantau statusnya: begitu muncul pendingDelete, domain tinggal beberapa hari lagi dilepas.
Itu kode status EPP dari registrar. clientTransferProhibited berarti domain dikunci sehingga tidak bisa dipindahkan ke registrar lain tanpa dibuka dulu — justru pengaman standar terhadap pembajakan domain. Status yang perlu dikhawatirkan adalah clientHold, serverHold, redemptionPeriod dan pendingDelete.
Bisa. Buka tab Cek massal, tempel sampai 20 domain (satu per baris atau dipisah koma), lalu klik Cek semua. Hasilnya bisa diurutkan per umur, kondisi atau sisa hari, disalin ke spreadsheet, diunduh CSV, dan dibagikan lewat link.
Sebagian ekstensi negara tidak menyediakan RDAP maupun WHOIS publik, dan sebagian server membatasi jumlah permintaan per IP. Coba lagi beberapa menit kemudian, atau cek langsung di situs registry ekstensi tersebut.
Bisa sebagai indikasi — domain yang belum terdaftar tidak punya catatan di registry, dan tool ini akan menyebutnya belum terdaftar. Untuk memastikan ketersediaan dan harganya, tetap cek di registrar tempat kamu berencana membeli, karena sebagian nama dicadangkan registry atau dijual sebagai nama premium.
Data WHOIS disimpan sementara di server selama 15 menit dan jejak sertifikat selama 7 hari, supaya pengecekan ulang lebih cepat — tanpa dicatat siapa yang mencari. Arsip Wayback diambil langsung dari browsermu ke archive.org.