WHOIS & Umur Domain Checker

Cek data registrasi domain — registrar, tanggal daftar, umur, dan name server.

Masukkan nama domain (mis. toolnesia.com) tanpa http:// atau www.

Apa itu WHOIS & Umur Domain Checker?

Alat ini menampilkan data pendaftaran sebuah domain dari basis data WHOIS: registrar tempat domain didaftarkan, tanggal registrasi pertama, tanggal kedaluwarsa, status domain, dan name server yang dipakai. Dari tanggal registrasi, tool ini juga menghitung umur domain — informasi yang sering dipakai saat menilai kredibilitas sebuah situs atau memburu domain bekas.

Cara pakai

Ketik nama domain yang ingin diperiksa (cukup contoh.com, tanpa https://), lalu klik Cek WHOIS. Hasilnya menampilkan ringkasan umur domain di bagian atas, disusul detail registrar, tanggal-tanggal penting, dan daftar name server.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Sejak berlakunya GDPR dan maraknya layanan privacy protection, sebagian besar registrar menyembunyikan nama, email, dan alamat pemilik. Yang tetap publik biasanya registrar, tanggal-tanggal penting, status, dan name server.

Google menyatakan umur domain bukan faktor peringkat langsung. Namun domain lama umumnya sudah lebih lama membangun tautan dan reputasi, sehingga cenderung berkinerja lebih baik — itu efek dari riwayatnya, bukan dari angka umurnya.

Itu kode status EPP dari registrar. clientTransferProhibited berarti domain dikunci sehingga tidak bisa dipindahkan ke registrar lain tanpa dibuka dulu — biasanya justru pengaman standar terhadap pembajakan domain.

Sebagian ekstensi negara (ccTLD) membatasi atau tidak menyediakan akses WHOIS publik, dan sebagian server WHOIS membatasi jumlah kueri per IP. Coba lagi beberapa saat kemudian atau periksa langsung di situs registri ekstensi tersebut.

Bisa sebagai indikasi — domain yang belum terdaftar biasanya tidak mengembalikan data WHOIS. Untuk memastikan ketersediaan dan harganya, tetap cek di registrar tempat kamu berencana membeli.